EN | ID
 
Diskusi Melawan Lupa Atas Tragedi Semanggi I

 

Jakarta, 13 November 2017 - Unika Atma Jaya Jakarta menyelenggarakan Diskusi “Menolak Lupa” terkait kasus Semanggi I yang menewaskan seorang mahasiswa Fakultas Ekonomi, Bernardus Realino Norma Irmawan, atau biasa dikenal sebagai Wawan pada November 1998 silam. Acara yang mengambil tempat di aula Gedung D Kampus 1 Unika Atma Jaya Semanggi ini mengundang Beka Ulung Hapsara dari KOMNAS HAM, Usman Hamid dari Amnesty International, dan dosen Fakultas Hukum Unika Atma Jaya, Asmin Fransiska. Diskusi ini diakhiri prosesi penaburan bunga di lokasi Wawan ditembak, dilanjutkan dengan konferensi pers.

 

“Kita harus mengakui bahwa memang terlalu banyak mekanisme pada persoalan ini, sehingga negara terkesan lari dari tanggung jawab hukum,” tutur Beka Ulung Hapsara. Banyak dikemukakan dalam diskusi bahwa teknis penanganan kasus hak asasi manusia (HAM) Semanggi I mandek pada saling lempar berkas antara KOMNAS HAM dengan Jaksa Agung. Berkas perkara kasus HAM tersebut dibuat oleh KOMNAS HAM kepada Jaksa Agung, dan selalu dikembalikan karena terbentur persoalan bukti yang rumit.

 

Diskusi ini menyuarakan soal menghapus imunitas, yakni meniadakan pembebasan dari tuntutan, hukuman, atau kerugian kepada seseorang yang telah melakukan pelanggaran terhadap hak asasi manusia. “Imunitas sendiri dianggap suatu tindak penghinaan dan tidak disetujui dalam hukum internasional hak asasi manusia. Biasanya ini terjadi dari penolakan atau kegagalan sebuah pemerintah untuk mengambil atau melaksanakan tindakan hukum kepada pelaku” tutur Usman Hamid.

 

Di akhir sesi diskusi, dosen Fakultas Hukum, Asmin Fransiska menghimbau kepada para mahasiswanya untuk tidak melupakan kasus Semanggi I. Beliau mengingatkan bahwa pelanggaran HAM tidaklah pernah usang. “Sebagai civitas Unika Atma Jaya, tetaplah ingat pelanggaran HAM dalam rangka perjuangan ini. Mahasiswa bisa membaca buku dan literatur untuk memperkaya daya dalam mengangkat kasus kemanusiaan”.

 

Aksi dan prosesi penaburan bunga pun dilakukan di lokasi penembakan Wawan tepat 19 tahun silam. Prosesi penaburan bunga ini turut dihadiri oleh orang tua korban dan diiringi dengan lagu ‘Gugur Bunga’ yang dinyanyikan oleh civitas Unika Atma Jaya, dilanjutkan dengan mengeheningkan cipta untuk mengenang jasa korban. Suasana penuh haru menyelimuti tempat kejadian. (GP)

 

Pemberian Cendramata dan Foto Bersama Para Pembicara


 

S S R K J S M
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30  
bottom
Copyright © 2016 Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya - All right reserved