EN | ID
 
Cancer Immunotherapy: Harapan yang Sarat Tantangan

Jakarta, 29 November 2017 – Penyakit kanker menjadi salah satu penyakit yang sangat diwaspadai oleh masyarakat Indonesia karena reputasinya sebagai salah satu penyakit paling mematikan setelah penyakit jantung dan stroke. Kanker terjadi karena adanya pertumbuhan sel yang tidak terkendali dan merusak jaringan organ tubuh yang dapat menyebar dari satu jaringan organ ke organ tubuh lainnya. Kanker seringkali terlambat terdeteksi setelah menyebar ke berbagai organ penderita, sehingga ketika kanker yang terdeteksi sudah memasuki stadium lanjut, seringkali memiliki kesempatan sembuh yang minim. Untuk itu, para ahli berusaha mengembangkan berbagai metode pengobatan kanker, salah satunya immunotherapy.

 

Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya Jakarta bekerja sama dengan Kalbe, menyelenggarakan simposium Cancer Immunotherapy Has Arrived Using Cells, Genes and Viruses pada Kamis 2 November 2017 di auditorium Clara Asisi, kampus Pluit Fakultas Kedokteran Unika Atma Jaya Jakarta. Simposium tersebut menghadirkan tiga pembicara, diantaranya wakil dekan divisi anatomi patologi Fakultas Kedokteran Unika Atma Jaya, Dr. dr. Lilis, Sp.PA., M.Kes., dan Consultant of Kalbe Genomics Laboratory, Ahmad Rusdan Handoyo Utomo, Ph.D, dengan mengundang mahasiswa, baik dari internal maupun eksternal Fakultas Kedokteran Unika Atma Jaya, serta praktisi kesehatan profesional dari berbagai institusi. Simposium ini diselenggarakan sebagai kerja sama Kalbe dengan Fakultas Kedokteran Unika Atma Jaya, juga sebagai sarana sosialisasi akan keberadaan metode pengobatan kanker yang memanfaatkan peran sistem pertahanan tubuh untuk dapat melawan sel kanker.

 

Simposium dibuka dengan paparan materi oleh Dr. dr. Lilis, Sp.PA., M.Kes., tentang bagaimana sel dapat menjadi kanker dan bagaimana immunotherapy mempengaruhi sel untuk menekan perkembangan kanker. Paparan materi berikutnya dilanjutkan oleh Ahmad Rusdan Handoyo Utomo, Ph.D, tentang bagaimana peluang dan tantangan dalam penerapan immunotherapy pada pengobatan kanker. Beliau memaparkan bahwa penerapan immunotherapy dapat menjadi sebuah harapan sekaligus tantangan dalam pengobatan kanker, karena keberhasilannya sangat ditentukan oleh pasien yang menerimanya.

 

Paparan Materi oleh Dr. dr. Lilis, Sp.PA., M.Kes.

 

“Kunci dari keberhasilan immunotherapy adalah kondisi pasien itu sendiri dalam merespon pengobatan yan diterapkan. Pengobatan melalui immunotherapy hanya dapat diterapkan pada penderita stadium lanjut, jadi respon tubuh pasien pada pengobatan benar-benar menentukan keberhasilan,” ujar Ahmad Rusdan Handoyo Utomo, Ph.D.

 

Acara simposium dilanjutkan dengan tiga sesi tanya jawab dari peserta kepada para pembicara, baik mahasiswa maupun praktisi kesehatan. Acara simposium Cancer Immunotherapy dinilai sebagai salah satu kegiatan bermanfaat yang berhasil diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran Unika Atma Jaya.

 

Sesi Tanya Jawab Cancer Immunotherapy

 

“Acara ini sangat menarik dan sangat bermanfaat. Semoga dapat diadakan lagi pada kesempatan berikutnya, dengan dialog yang lebih interaktif,” ungkap seorang peserta dari Universitas Indonesia, Yesaya. (PD)

S S R K J S M
        1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31
bottom
Copyright © 2016 Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya - All right reserved